Bimastyaji Surya Ramadan's

Portfolio

POZA RICA TRAGEDY

Leave a Comment

FAKTA TERJADINYA TRAGEDI POZA RICA
Tragedi Poza Rica terjadi pada tanggal 24 November 1950. Tragedi ini terjadi di  sebuah kota dengan jumlah penduduk mencapai 15.000 orang pada saat itu yang berada di teluk Mexico. Kejadian tersebut berasal dari salah satu pabrik yang menyimpan sejumlah belerang alami.
Tragedi Poza Rica ini cukup banyak menelan korban jiwa. Sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 320 orang harus mendapatkan perawatan yang ekstra di karenakan menghirup gas yang beracun tersebut.
Skema kejadian ketika gas ruang yang mengandung hydrogen sulfida terlepeas ke udara. Pelepasan gas sulfur tersebut mengakibatkan udara melewati batas baku mutu,dan hydrogen sulfida tersebut melayang-layang di udara selama 25 menit. Penyebaran gas bawah inversi dangkal tersebut menyebar dengan tenang dan mengkibatkan udara berkabut yang sangat beracun.

KEMUNGKINAN TERJADINYA KECELAKAAN
Suatu kondisi dimana alat penutup khusus pada instalasi produksi dan Pencegah Semburan Liar ( Blow Out Preventer ) gagal bekerja pada suatu titik batas yang telah ditetapkan dan terjadinya kebocoran pipa saluran yang tidak diharapkan. Pada kondisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan paparan gas H2S keudaraatmosfer, yang  dimana pada kondisi ini dapat membahayakan keselamatan jiwa manusia, sehingga akan segera memerlukan suatu tindaka  dan langkah penyelamatan darurat yang terkoordinasi demi keselamatan jiwa manusia yang mungkin terkena dampak paparan gas H2S tersebut. ( EmergencyContigency Plan JOB PertaminaPetroChinaEst Java, April 7’ 2007)

PROSES DAN KRONOLOGIS TERJADINYA KASUS KERACUNAN GAS H2S PADA TUBUH MANUSIA.
Pada kondisi normal, seseorang bernafas dengan menghirup udara yang terkandung oksigen sebagai salah satu bagian udara bebas, selain nitrogen dan unsur-unsur lainnya. Oksigen sangat dibutuhkan manusia untuk proses oksidasi di dalam tubuh. Oksigen yang masuk kedalam paru-paru akan dibawa oleh arah keseluruh tubuh termasuk ke otak. Jika seseorang menghirup udara yang telah tercampur dengan gas H2S maka komposisi oksigen yang masuk kedalam tubuh akan berkurang, sehingga kinerja otak akan terganggu. Tingkat konsentrasi gas H2S di otak yang semakin tinggi akan mengakibatkan lumpuhnya saraf pada indera penciuman dan hilangnya fungsi control otak pada paru-paru. Akibat fatalnya adalah paru-paru akan melemah dan berhenti bekerja, sehingga seseorang dapat hilang kesadaran dan meninggal dalam ukuran waktu tertentu.

METODE MENGURANGI ATAU MENETRALISIR PAPARAN GAS H2S
Metode mengurangi paparan gas H2S pada suatu area dapat dilakukan dengan meniupkan angin menggunakan kipas angin besar ( bug blower ) sehingga gas H2S akan terhambur. Kondisi ini mengakibatkan konsentrasi paparan gas H2S akan berkurang karena area paparan gas H2S akan melebar. Metode menetralisir gas H2S dapat dilakukan dengan Sulfur Recovery Unit, yaitu dengan suatu alat yang dapat menguraikan unsure Hidrogen dan Sulfur secara reaksi kimiawi. Penguraian ini akan menjadikan dua unsure netral atau tidak beracun. Hasil akhirnya Hidrogen akan dibuang dalam bentuk  gas dan Sulfur ditampung dalam bentuk padat.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN PAPARAN GAS H2S
Jika terjadi korban akibat paparan gas H2S pada tingkat rendah, yang dapat dilakukan sebagai pertolongan darurat adalah sebagai berikut :
1 Pindahkan korban ketempat dengan udara segar dan berlawanan dengan arah angin.
2 Bila korban pada kondisi berhenti nafas, segera berikan bantuan pernafasan.
3 Jaga kondisi tubuh korban tetap hangat.
4 Hubungi paramedik.
Sistem alarm merupakan perangkat yang berfungsi sebagai tanda peringatan awal jika terjadi paparan gas H2S. Perangkat ini terdiri dari : lampu kilat ( Strobo Light ) dan Sirene yang terhubung dengan sistem monitoring. Aktifasi perangkat alarm tersebut terkendali secara otomatis melalui perangkat komputer yang didasarkan pada hasil monitoring sensor H2S.

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar:

Post a Comment