• HMTL 2012

    HMTL 2012

    HMTL 2012, Satu Visi Sejuta Aksi, SIAP!

  • Keluarga TL 2010

    Angkatan 2010

    Sweet Moment Setelah Hari Kemerdekaan

  • PMR PMI Solo

    PMR PMI Angkatan 9

    Tawangmangu, 14 Februari, Hari Kemerdekaan Angkatan IX

  • Best Friends

    Friendship Forever

    Sanuri, Yuda, Alnia, Aini, Nisa

  • BISTOC

    Bikers Community

    Komunitas Pecinta Sepeda Onthel dan Touring Sewaktu SMA

  • Happy Family

    Keluarga Sih Dalmaji

    Dimas (My Sweet Brother), Mama, n Papa.

Catatan Perjalanan Malaysia-Singapore

0 comments
 Barang-barang Darun yang paling banyak!!
 Sesaat sebelum berangkat ke airport
 penampakan aerobas, tuh yg warna kuning
 Afid meninggalkan jejak
 KL Sentral
 Peta transit (LRT)
 Pertunjukkan air di twin tower, selalu dinyalakan setiap jam 8, 9 10 (satu kali pertunjukan cuma 5 menit doang)
 Bukit bintang
 Nas warteg ala bukit bintang
 mail putihan ya?
 Serenity hotel di bukit bintang
hayoo dika sms siapa nih??

to be continued...............


Read more

Biaya Hidup dan Jadwal Backpacker Malaysia-Singapore

0 comments
Buat yang mau jalan-jalan, backpack atau travelling ke Malaysia-Singapore, mungkin post ini bisa membantu :)

FYI Tiket PP Tigerair Jakarta Malaysia : 250ribu rupiah

Selasa, 4 Maret 2014
Jadwal
04.00 sampai di bandara, check in, makan
05.20 berangkat ke Changi Airport (waktu Indonesia)
08.00 sampai di Changi Airport (waktu Singapore-Malaysia)
10.20 berangkat ke Kuala Lumpur, malaysia
11.30 sampai di KLIA, istirahat
12.30 berangkat ke KL Sentral
14.30 sampai di Serenity hostels
16.00 makan siang di bukit bintang
16.30 jalan-jalan ke KLCC lewat skybridge
17.00 sampai KLCC, pavilion, twin tower, foto2
20.00 nonton pertunjukkan musik air di belakang twin tower.
21.00 shalat maghrib lanjut shalat isya
22.30 pulang
23.30 sampai hostel
Pengeluaran
Makan pagi KFC 22ribu rupiah
Iuran Bagasi 21ribu rupiah
Tiket kereta Semarang-Jakarta 80ribu rupiah
Aerobus 8 RM
Rapid KL 2,1 RM
Makan siang nasi lemak + tea o ice 4 RM
Es air mata kucing 2 RM
Makan malam 6 RM
Air Sirap 2 RM

Rabu, 5 Maret 2014
Jadwal
06.00 bangun shalat subuh, mandi
09.00 berangkat keliling go KL Purple Line
10.30 pulang ke hostel, istirahat
12.00 Check out, beli makanan di Sevel, berangkat ke pasar seni naik Go KL
13.30 kampung india
15.30 KL City Gallery
16.00 pasar seni buat naik bis ke KL Tower
18.00 berangkat naik GO KL green line
18.30 jalan lewat twin tower ke stasiun LRT
20.00 Beli tiket LRT, berangkat ke TBS via masjid jamek, arah sri Petaling
21.00 beli tiket bis di TBS
22.00 menunggu di TBS
23.45 pergi ke Singapore
Pengeluaran
Makan nasi beriyani 5 RM
Beli minum 2,8 RM
Beli air isi ulang 50 sen
MRT 3,3 RM
Beli tiket bis di TBS 40 RM
makan roti dan sosis di TBS 4 RM

Kamis, 6 Maret 2014
Jadwal
04.00 transit di perbatasan malaysia
04.10 checkpoint di perbatasan Singapore, menunggu bis CW2 karena ketinggalan
06.00 naik bis CW2
06.45 shalat subuh di masjid sultan, istirahat
09.25 berangkat makan
10.30 cari hostel titip tas
10.45 pergi beli STP ke bugis
11.00 beli tiket, naik SMRT
12.00 Jalan-jalan di Orchard
12.30 naik bis keliling Singapore
14.30 Little India, check in, istirahat
19.30 Marina bay, merlion park
22.30 Pulang ke little india naik MRT
22.30 Istirahat, tidur
Pengeluaran
Tiket bis CW2 2,5 $
Hostel 20 $
Singapore Tourist Pass 26 $
Makan malam 2,5 $
Bagasi 3 $

Jumat, 7 Maret 2014
Jadwal
06.00 Bangun, shalat, siap2
09.00 breakfast
10.30 berangkat naik SMRT
11.20 sampai bayfront, garden by the bay
13.30 naik SMRT turun Chinatown
14.00 Shalat jumat
14.30 makan, ketemu bang Jack dan mbak Vera
16.00 berangkat ke USS
18.00 berangkat ke bugis
18.30 sampai di bugis, shalat
22.00 naik bis ke Larkin
23.30 sampai Larkin, shalat, oper bis ke TBS
Pengeluaran
Tiket USS 1 $
Makan siang di chinatown 2 $
Oleh-oleh 30 $
Tiket bis 170 ke Johor Baru 2,2 $
Tiket bis dari Larkin ke TBS 35 RM

Sabtu, 8 Maret 2014
Jadwal
01.00 berangkat dari Larkin
04.00 sampai TBS, istirahat dan mandi
09.30 berangkat ke KL Sentral naik MRT
10.00 oper MRT ke bukit bintang
11.00 keliling Malaysia naik Go KL
12.30 makan siang di nasi beriyani
13.30 shalat di masjid Jamek
15.00 bertemu di pasar seni, belanja
17.00 selesai belanja, ke fahrenheit dan pavilion
19.00 makan di bukit bintang
21.00 naik MRT ke KL sentral tunggu bis
22.30 berangkat ke airport LCCT
23.30 sampai bandara
Pengeluaran
Makan pagi nasi lemak 2,9 RM
MRT dari TBS-KL Sentral 1,1 RM
MRT dari KL sentral - Bukit Bintang 2,1 RM
Penitapan tas 3 RM
MRT dari Bukit Bintang - KL sentral 2,1 RM
Oleh-oleh 22,5 RM
Tiket Bis aerobus KLIA-TBS 8 RM

Minggu, 9 Maret 2014
Jadwal
00.00 menunggu di bandara
16.00 pesawat berangkat dari LCCT ke Jakarta (waktu Singapore-Malaysia)
17.00 pesawat tiba di Jakarta (waktu Indonesia)
Pengeluaran
Iuran Bagasi 8 RM (70 RM/15 kg)
Makan Pagi 4,5 RM
Makan donkin donut 2,5 RM
Tiket kereta Jakarta-Semarang 93ribu

Total Pengeluaran
Rupiah : Rp. 466.000,-
Ringgit : 220,9 RM kurs Rp. 3600,- (Rp. 796.000,-)
Dollar Singapore : 89,2 $ kurs Rp. 9.400,- (Rp. 838.000,-)
Total : Rp. 2.100.000,-


Read more

Traveller Jangan Sombong

0 comments
#latepost
"Apapun yang terjadi, ketika kalian sudah tinggal di negeri orang, jangan pernah jadi orang yang sombong." Sepenggal kata-kata ini sempat aku kumpulkan di salah satu sudut perjalanan ku ketika berpetualang ke negeri seberang. Ya, aku bisa mengerti sekarang, kenapa pengalaman adalah guru yang paling berharga, bahkan tidak bisa didapatkan melalui presentasi, ataupun tulisan dari orang lain. Hanya dirimu yang bisa menerjemahkannya.



Bertemu dengan orang-orang yang berbeda bahasa, karakter, suku dan ras memunculkan banyak keunikan dalam perjalananku. Berteman dengan orang-orang dari Indonesia saja sudah penuh dengan perdebatan, apalagi ketika menjalin hubungan dengan orang-orang dari luar negeriku ini. Unik. Tetapi Allah memang sudah menunjukkan jalan yang tepat untukku mengambil pelajaran, keramahan dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh orang-orang yang aku temui, membuatku mengerti arti betapa Maha Penyayangnya Beliau.



Bisa dibilang, aku memulai perjalanan ini dengan sedikit berat hati. Tetapi bayarannya memang cukup memuaskan. Teman-teman berpetualangku cukup terbuka dan saling menjaga satu sama lainnya. Sempat terjadi miskomunikasi tetapi itu bukanlah suatu masalah yang harus diperdebatkan. Sempat naik darah tetapi itu bukan menjadi penghalang yang besar dalam perjalananku ini. Justru disitulah seninya. Bukan sebagai turis, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai traveller. Bukan untuk bersenang-senang saja, tetapi lebih tepat apabila dikatakan sebagai ajang untuk mencari pengalaman.


Aku bisa memahami sekarang, mengapa orang-orang Indonesia meninggalkan tanah airnya. Dulu aku mengira seperti BJ Habibie yang lebih memilih untuk tinggal di Jerman, Agnes monica yang memilih berkarier di Amerika, dan banyak contoh lain orang termasuk kakak kelas dan teman2 terdekatku yang lebih memilih untuk melanjutkan studinya di luar negeri ini sebagai orang yang sombong. Kenapa? karena mereka meninggalkan negeri ini setelah sekian lama mereka mengambil harta kekayaan bumi Indonesia. haha lebay sih. Tetapi mindset itu hanya pikiran bodoh yang tidak berdasar. Aku punya alasan sekarang kenapa aku harus pergi ke luar negeri. AKU INGIN MEMBANGUN INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK!! muluk2 memang, tetapi setidaknya aku sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa dunia ini tidak sempit, masih banyak sisi lain di dunia ini yang harus aku ketahui. Itulah menariknya hidup ini.




Aku berterimakasih kepada semua orang yang sudah memberiku pelajaran dan pengalaman yang berharga:
Orangtuaku; Keluargaku; Faruq dan Dedi sebagai suhu traveller; Zulfikar yang sudah meninggalkan bekal berupa semangat dan motivasi; Special for Afid yang sudah menjadi partner diskusi yang baik; Khanata, Darun, Mail, Fikri, Ahmad, Mario, Mahardika yang sudah bekerjasama dengan baik sehingga kita bisa survive disana. Juntara, Randy, Nawa yang sudah berbagi tempat tidur. Bang Jack dan Mbak Vera. Kak Yanti. Eqa. Abang-abang tour guide Singapore. Abang yang istrinya orang Bandung. Makcik nasi Beriyani Malaysia. Orang-orang Indonesia yang sempat memberi wejangan dan berbagi pengalaman disana. Orang gila masjid India Malaysia hehe. Pemilik hotel Serenity, Bukit Bintang dan lofi Inn, Singapore. Penjual nasi warteg yang sensitif. Penjual souvenir Singapore dan Malaysia. Orang-orang Malaysia dan Singapore yang ramah dan bersahabat.

Next destination???
Indonesia???




Read more

Kaderisasi, Sepantasnya Dihapuskan?

1 comments
Menurut sebuah literatur di dunia maya, kaderisasi adalah proses pendididkan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader yang tangguh. Penanaman nilai-nilai ini menggunakan proses tertentu yang disesuaikan dengan kondisi, budaya, cara pandang, dan persepsi sosial dimana kaderisasi itu dilakukan. Ketangguhan kader yang dihasilkan pun tidak bisa disama artikan antara satu lingkup wilayah dengan lingkup wilayah yang lain. Kaderisasi melibatkan tiga komponen penting dalam pelaksanaannya yaitu pengkader (Subjek), yang dikader (Objek) dan proses pengaderan. Dalam Qur'an surat An-Nisa ayat 9 "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” memiliki arti yang tersembunyi, bahwasanya apabila kita berperan sebagai pengkader di suatu lingkup, sudah menjadi kewajiban kita untuk membina 'keturunan' kita menjadi lebih baik.

Sebenarnya saya bukanlah orang yang ahli dibidang ini, tetapi kecemasan sosial yang terjadi dalam lingkungan organisasi saya di Fakultas Teknik cukup membuat otak saya tergelitik untuk memberikan opini. Mungkin ketika saya masih menjadi salah satu pelaku dalam proses pengkaderan, isu ini masih sebatas isu dan penuh dengan gertak sambal. Tetapi saat ini, perkembangan kaderisasi tampaknya sudah mencapai titik puncak yang membuat para pengkader hanya bisa menjadi 'follower' dari sebuah keputusan.

Ketika para objek kaderisasi hadir dalam suatu lingkungan yang baru, maka subjek kaderisasi akan melaksanakan perencanaan proses kaderisasi untuk melahirkan kader-kader yang tangguh sesuai dengan harapan mereka. Tak terkecuali dengan para pengkader dari masing-masing jurusan. Mereka berlomba-lomba, menciptakan ketangguhan baik itu softskill maupun hardskill kepada para objek yang masuk ke lingkungan mereka. Hal ini seringkali menciptakan suatu kesenjangan karena adanya perbedaan proses pengkaderan akibat perbedaan budaya nenek moyang. Selain itu, ketidak siapan mental para pengkader membuat objek kaderisasi tidak bisa menerima nilai-nilai dengan baik. Akibatnya banyak timbul kerusuhan dan kerawanan sosial dalam proses pengkaderan. Kesatuan Fakultas Teknik pun ternoda dengan adanya hal itu. Hal ini ditunjang dengan adanya revolusi media informasi dan komunikasi yang semakin mengganggu 'persembunyian' kesalahan proses kaderisasi. Bahkan ironisnya, hanya Fakultas Teknik lah yang beruntung mendapatkan perubahan proses kaderisasi. Akibatnya, saat ini Fakultas Teknik harus menuai pahitnya. Budaya kaderisasi yang indah dengan prinsip senioritas berjangka semakin menghilang ditelan waktu dan digantikan dengan kaderisasi akademik yang sarat dengan egoisitas dan keramahan semu.

Mungkin proses kaderisasi nenek moyang sudah cukup kadaluarsa dengan globalisasi individualis ini, tetapi masalahnya adalah Fakultas Teknik belum siap untuk menerima perubahan ini. Akhirnya mungkin akan tercipta kader yang kurang sesuai dengan ketangguhan dan kekompakan yang diharapkan. Penanaman nilai-nilai ke-FT-an hanya bisa diterima secara spasial karena hanya ditanamkan melalui proses akademik, bukan non-akademik. Memang, kesulitan utama dalam proses kaderisasi adalah hubungannya dengan manusia yang memiliki perbedaan persepsi yang cukup besar antara satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya, diprediksi para kader FT ke depan akan kurang memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh generasi sebelumnya.

Kuncinya adalah menemukan budaya baru yang tidak melanggar aturan tetapi memiliki arah dan tujuan yang sama. Kunci inilah yang harus dicari. Dan apabila kunci kaderisasi ini tidak juga ditemukan, mungkin perubahan budaya akan semakin menggerus potensi kebersamaan dan meningkatkan kemampuan individualisme para objek kaderisasi Fakultas Teknik. Kalau para birokrat hanya bisa memberikan arahan, maka kita sebagai pelaku yang bersentuhan langsung dengan objeknya harus berlomba-lomba untuk mencari titik terang dalam proses kaderisasi.

-Bimastyaji, SMFT-


Read more

Revitalisasi Semangat Elang Rajawali Di Dalam Karakter Bangsa

1 comments

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.” (Pidato Bung Karno pada HUT Proklamasi, 1949)
Sudah sepatutnya kita mencermati pidato bung karno tersebut. Ketika tahun 1949 pidato tersebut dikumandangkan oleh bung karno, apakah sekarang kita masih berada di masa pancaroba? Masa ini jelas masih tinggal di Negara kita yang masih sering sakit yang dapat dilihat dari hilangnya jati diri bangsa Indonesia. Kita jauh lebih bangga menggunakan produk-produk luar negeri, mengikuti kebiasaan-kebiasaan Negara tetangga kita, bahkan ironisnya karena kita terlalu sibuk melihat dunia luar, kita tidak sadar jika bagian Negara kita telah diklaim oleh Negara lain.
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (Pidato Soekarno)
Bahkan di tahun-tahun kemerdekaan bangsa Indonesia, Bapak Soekarno telah menyadari bahwa perjuangan bangsa melewati masa pancaroba akan sangat sulit karena kita harus melawan kompleksitas bangsa kita sendiri. Keterbukaan yang berlebihan, politik yang diliputi kepentingan penguasa dan tidak berdasarkan kerakyatan, isu SARA yang sangat kental, kedaerahan dan kepolosan masyarakat dalam menerima budaya asing, semua itu menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia untuk membenahi diri dan mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. Bertempur melawan mental dan idealism itu memang tidaklah mudah karena dibutuhkan kesadaran, kemauan dan tindakan yang nyata dari seluruh elemen masyarakat.

Mengembalikan Karakter Bangsa
            Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam dan manusianya. Kekayaan ini sebenarnya sudah tercermin jelas pada semboyan. ”Bhinneka Tunggal Ika” yang menunjukan adanya pluralisasi yang bermakna diversity, unity, harmony, tolerance and peace yang sangat anti terhadap segala perilaku diskriminatif. Membangun karakter bangsa merupakan suatu proses penumbuhan dan pengembangan nilai-nlai luhur yang terpancar dari hati nurani melalui mata hati kita, dan direfleksikan dalam pemikiran, sikap dan perilaku. Karakter bangsa yang mulai tergantikan dengan karakter Negara lain ini seharusnya menjadi cambukan bagi kita sebagai warga Negara untuk kembali menghidupkan semangat “elang rajawali” dalam diri kita.
Elang rajawali atau Burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah bangsa Indonesia yaitu kendaraan Wishnu digambarkan oleh bapak Soekarno sebagai perlambang bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kuat. Pancasila dalam bahasa Sansekerta dapat berarti ganda. Pertama adalah ”berbatu-sendi jang lima” atau lima fundamen bangsa. Kedua adalah ”lima peraturan tingkah laku jang penting”. Sila dapat juga diartikan sebagai kesusilaan atau tingkah laku yang bermoral. Pancasila adalah lima panduan moral bagi perilaku orang per orang yang mengaku bangsa Indonesia. (Prof. Dr. Der. Soz Gumilar Rusliwa Somantri, 2012) Masyarakat Indonesia sudah selayaknya mengembalikan karakter bangsa kepada hakikatnya sebagai “elang rajawali” yang bisa dimulai dari para generasi muda yang diharapkan dapat memimpin Bangsa dengan kekuatan dan kelapangan dada.

Memilih sang Elang Rajawali Sebagai Salah Satu Langkah Perbaikan Karakter Bangsa
Sang Elang Rajawali sangat dibutuhkan untuk memimpin Bangsa Indonesia. Apalagi sekarang, pemilihan kepala daerah sedang marak diadakan di berbagai daerah di Indonesia. Ketidaktepatan dalam pemilihan pemimpin akan berakibat pada kemunduran karakter dan pada akhirnya menyebabkan masa pancaroba tidak akan pernah berakhir. Para pemimpin ini juga seharusnya dapat mewujudkan masayarakat madani yang berlandaskan Pancasila terlepas dari status social yang pernah mereka sandang. Semua bisikan hati rakyat dapat diakomodasi menjadi sebuah kebijakan yang dapat meningkatkan karakter bangsa di mata Internasional sehingga mengembalikan kejayaannya seperti pada zaman kemerdekaan yang bahkan sempat menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia.
Para Elang Rajawali ini seharusnya memiliki 5 karakteristik utama yaitu : Berpikir global, menghargai perbedaan di daerah, mengembangkan teknologi, membangun hubungan baik dengan siapa saja, dan mampu membuat keputusan-keputusan yang efektif (Prof. Dr. Muladi, S.H., 2007). Di dalam penerapannya, 5 karakteristik ini membentuk sebuah system gotong royong dan mufakat dalam menggapai sebuah perubahan. Saling menghargai dan toleran terhadap perbedaan menjaga setiap kebijakan sehingga tidak meninggalkan karakter Bangsa Indonesia. Keserakahan dan idealism diri digantikan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Inilah salah satu cara untuk mengembalikan karakter bangsa, yaitu dengan memilih sang Elang Rajawali dengan tepat agar dapat membuat kebijakan yang pro rakyat dan mengutamakan kepentingan golongan diatas kepentingan pribadi. Semoga melalui revitalisasi semangat ini, karakter bangsa yang besar dan kuat akan kembali lagi sehingga dapat melewati masa-masa pancaroba dengan baik.


Ditulis Oleh : Bimastyaji Surya Ramadan
Aktivis Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia


Read more