Berbeda halnya ketika kita mengerjakan pekerjaan tersebut secara konstan, bertahap dan tidak terburu-buru. Sebuah fenomena yang sering terjadi di masyarakat ini akan aku coba kaitkan dengan konsep fisika, yaitu hukum Newton dan usaha.
Hukum Newton yang bernotasi F=ma memberikan sebuah kesimpulan bahwa ketika massa suatu benda tetap, benda yang bergerak dengan percepatan tetap maka akan timbul gaya yang mengiringinya. Gaya dan percepatan berbanding lurus, sehingga ketika gaya diperbesar maka percepatan pun ikut membesar. Begitu pula sebaliknya, jika gaya yang diberikan pada suatu benda kecil maka percepatannya pun akan semakin berkurang.
Percepatan dapat dicari dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan V’=V+at. Percepatan sangat erat hubungannya dengan perubahan kecepatan. Ketika tidak terjadi perubahan kecepatan/v konstan maka tidak akan ada percepatan yang timbul di dalamnya. Dan ketika kita hubungkan dengan keadaan dimana percepatan = 0 maka tidak diperlukan gaya untuk mendorong suatu benda.
Usaha adalah hasil perkalian titik vector dari jarak dan gaya. Usaha adalah gaya yang diperlukan untuk mendorong benda sejauh x meter. Besarnya usaha sebanding dengan perubahan gaya yang mempengaruhinya (anggap jarak tetap). Sehingga ketika gaya yang diberikan kepada suatu benda besar maka usaha yang menyertainya pun akan membesar, begitu pula sebaliknya.

Hubungan kecepatan, percepatan dan usaha yang telah aku uraikan di atas dapat kita analogikan secara riil pada kehidupan nyata. ketika kita tergesa-gesa / terburu-buru dalam melakukan sesuatu, anggap memiliki kecepatan yang berubah / percepatan tetap, maka gaya yang kita perlukan untuk menyelesaikan usaha tersebut akan semakin besar. Sebaliknya, ketika kita melakukan hal-hal dalam hidup ini secara konstan atau dengan percepatan yang limit mendekati 0 maka semakin sedikit pula usaha/energy yang kita perlukan untuk melakukan hal-hal itu. Akibatnya, kita tidak akan cepat lelah atau bosan dalam melakukan sesuatu itu karena energy yang kita keluarkan sangat kecil.
Terlepas dari analogi ini, untuk saat-saat tertentu teori semacam ini bisa diterapkan dan dibuktikan, tetapi tidak untuk selamanya karena kompleksitas kehidupan manusia. Teori-teori dari ilmu yang kita pelajari di sekolah akan lebih bermakna ketika kita mampu
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.













0 comments:
Post a Comment
Berkomentar Gratis Backlink... ^^